In the name of Allah, Most Gracious, Most Merciful.
"Sanggup kau hancurkan usaha hingga dirimu jadi begini dari begitu? sanggup?"
Kenapa begitu mudah?
Dulu bukan begitu susah?
Dari begitu menjadi begini?
Tidak kau rasa sia-sia usahamu sendiri?
Bagai meroboh istana binaanmu sendiri?
Ah.
Mudah leka.
Mudah terlupa.
Kita manusia bukan?
Tapi itu bukan alasan.
Aku kenal dahulu.
Seorang gadis yang tabah.
Sabar mengharung dugaan.
Kau lemparlah kaca.
Kau balinglah batu.
Dia tetap berdiri teruskan langkah.
Kini dia di mana?
Bagai sangkar kaca.
Di luar terlihat indah.
Di dalam sengsara.
Penuh kala jengking dan ular berbisa.
Sayang bukan?
Pilihan siapa itu?
Kau pilih bahagia kemudian sengsara.
Bahagialah kembali.
Sengsaralah jangan.
Ku rindu kamu.
Kembali padaku.
Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk; (Al-Baqarah 2:45)
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ
لا إله إلا الله محمد رسول الله
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." [al-Hujuraat 49 : 6]
Biar aku hina di mata manusia demi mengejar Redha-Nya
No comments:
Post a Comment